Total Quality Management di Dunia Industri

•May 31, 2012 • Leave a Comment

      Prinsip Total Quality Management, atau yang lebih dikenal dengan TQM adalah prinsip management dalam memaksimalkan kualitas sesuai dengan produknya. Bila bergerak pada bidang jasa, berarti totalitas perusahaan dalam mengedepankan kualitas jasa yang ia berikan. Begitu juga dengan produk barang, dengan produksi barang yang berkualitas, diharapkan perusahaan akan mendapatkan reward yang baik, serta citra yang baik pula, sehingga konsumen dapat menikmati dengan baik apa yang dia harapkan terhadap barang atau jasa tersebut.

      Perkembangan dunia industri yang semakin cepat menyebabkan semakin kompleknya aktivitas yang dilakukan oleh manusia, hal ini menuntut para pemimpin perusahaan agar semakin berhati-hati dalam menyusun rencana dan tindakan yang diambil dalam bersaing dengan perusahaan lain untuk memasarkan produknya. Salah satu hal yang perlu diperhatikan perusahaan untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain adalah dengan meningkatkan kualitasnya.

      Pada bagian General Engineering sendiri termasuk bagian yang memproduksi produk-produk umum berdasarkan pesanan konsumen, yang paling banyak berupa pipa gas bertekanan tinggi yaitu Pressure Vessel, produk inilah yang kemudian akan diperiksa kualitas pengerjaannya oleh bagian Quality Assurance apakah sesuai dengan permintaan konsumen atau tidak, dalam proses pengerjaan suatu produk kadang terjadi suatu kesalahan diantaranya salah dalam membaca gambar produk, kesalahan dalam mengelas bagian tertentu pada suatu produk yang mana seharusnya dilas penuh melingkar pada bagian tertentu ternyata tidak dilas penuh yang mengakibatkan kerusakan produk,kesalahan dalam memasukkan laporan pengecekan suatu produk yang mana mengakibatkan kesalah pahaman antar karyawan. Oleh karena itu pada bagian Quality Assurance jelas mempunyai suatu sistem manajemen yang dapat mengatasi masalah tersebut diatas serta hal-hal lain yang berhubungan dengan internal perusahaan, karena kondisi internal perusahaan yang merupakan awal kesuksesan, sedangkan kriteria-kriteria yang ada pada TQM lebih kepada memanage kondisi atau internal perusahaan terutama pada manajemen puncak bagaimana caranya untuk mengatur dan mengarahkan serta mengoptimalkan manajemen sumber daya agar tujuan organisasi dapat tercapai secara maximal

Manfaat Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan

•May 31, 2012 • Leave a Comment

      Aplikasi manajemen mutu dalam bidang pendidikan bukan hal baru dalam perkembangan ilmu manajemen modern, terutama di negara-negara maju yang pendidikannya sudah mencapai kemajuan dengan dimulai dari gerakan mutu. Menurut Sallis sebagaimana dikutip oleh Syafarudin, gerakan mutu (quality  movement) yang intinya bertumpu pada pengejaran mutu bukanlah hal yang baru. Hal itu sangat dibutuhkan untuk menjamin bahwa produk sesuai dengan spesifikasi untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan serta bernilai uang.

      Bagaimanapun, mutu telah menjadi suatu isu yang lama dalam dunia industri. Pada mulanya, dunia industri berusaha mengejar mutu dengan strategi pengendalian mutu dan pengawasan. Baik pengendalian mutu maupun
pengawasan, keduanya merupakan proses yang tidak hanya menjamin produk-produk yang dicapai dengan spesifikasi pada setiap pabrik. Kedua upaya tersebut untuk mendeteksi produk yang rusak atau cacat. Namun, upaya itu tidak berarti sebagai jaminan bahwa para pekerja memelihara mutu. Pengendalian mutu dan
pengawasan seringkali tidak bernilai ekonomi. Banyak perusahaan yang menggantinya dengan metode baru, yaitu jaminan mutu dan perusahaan mutu dengan mencari atau berusaha membangun tanggung jawab tenaga kerja terhadap
mutu.

      Manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu strategi manajemen yang tiba-tiba muncul, tetapi dilatarbelakangi perkembangan scientific management dan perkembangan dunia industri di Jepang, Amerika dan Inggris. Semua itu memunculkan alasan rasional bagi penerapannya dalam dunia pendidikan, mengingat fleksibilitas konsep manajemen mutu terpadu untuk diadopsi para pengelola pendidikan. Apalagi pengelolaan sekolah memiliki
karakterik pelanggan (internal dan eksternal) dan pendidikan memerlukan  tindakan proaktif untuk melakukan perbaikan terus-menerus terhadap mutu lulusannya agar sesuai dengan harapan pelanggan pendidikan.

SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN MUTU

•May 31, 2012 • Leave a Comment

      Proses perkembangan menuju era mutu merupakan proses yang cukup panjang dengan melewati berbagai pengalaman dan pendekatan metode yang bermacam-macam. Perkembangan mutu yang terjadi tidak lepas dari awal perubahan era menuju era industri dimana mulai dipergunakannya mesin-mesin untuk membantu proses produksi. Secara garis besar perkembangan atau evalusi mutu adalah sebagai berikut:

  • era tanpa mutu

Merupakan era dimana persaingan belum terjadi oleh karena produsen atau pemberi pelayanan belum banyak, sehingga pelanggan pun belum diberi kesempatan untuk memilih

  • era inpeksi

dimulai oleh perusahaan – perusahaan yang memproduksi barang, hal ini terjadi karena mulai adanya persaingan antar produsen.

  • era pengendalian mutu

lebih menekankan pada pengendalian, keseragaman produk dan pengurangan aktivitas inspeksi serta dilakukan Departemen Teknis dan Departemen Inspeksi.

  • era jaminan mutu

era Jaminan mutu merupakan seluruh perencanaan dan kegiatan sistimatik yang diperlukan untuk memberikan suatu keyakinan yang memadai bahwa suatu barang atau jasa dapat memenuhi persyaratan mutu.

  • era manajemen mutu terpadu

merupakan suatu sistem yang berfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan TQM secara berkesinambungan kepuasan pelanggan pada titik penekanan biaya agar sama dengan biaya yang sesungguhnya untuk menghasilkan dan memberikan pelayanan.

  • era Sistem Manajemen Mutu (ISO)

serangkaian standar yang secara umum dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menyediakan produk bermutu tinggi serta konsisten bagi kepentingan bahan militer .

Manajemen Mutu Terpadu

•May 31, 2012 • Leave a Comment

Dampak nyata dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang paling nyata adalah semakin hilangnya batas-batas negara yang biasa disebut dengan globalisasi. Globalisasi berdampak pada kuatnya iklim persaingan antara berbagai macam bidang yang dahulunya mampu di proteksi oleh peraturan suatu negara. Iklim persaingan yang semakin kuat tersebut menuntuk keharusan agar semua organisasi yang ada harus mampu membuat produk yang bermutu.

Setiap organisasi yang hendak mempertahankan eksistensinya dengan karakteristik di atas dituntut untuk melakukan transformasi perubahan manajemen yang cukup mendasar. Sejarah Jepang dengan pertumbuhan industrinya setelah kekalahannya dalam perang dunia ke II telah mampu membuktikan bahwa sistem manajemen yang dikenal dengan sebutan Total Quality Management.

Seluruh aktifitas pekerjaan harus dilakukan perencanaan (Plan) terlebih dahulu. Perencanaan yang sudah dibuat tidak boleh langsung dipakai sebagai standar pelaksanaan, tetapi harus terlebih dahulu dilakukan pengujian (Do) untuk menghindari kesalahan yang fatal. seluruh proses yang dilakukan dalam proses MMT juga harus mendasarkan pada data yang kuat  bukan mendasarkan pada opini seperti yang dilakukan dalam manajemen tradisional.

Sistem Manajemen Mutu Terpadu

•May 31, 2012 • Leave a Comment

      Pengertian Sistem

      Sistem adalah sehimpunan bagian/komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan Tujuan Sistem sendiri Secara umum ialah betujuan untuk menciptakan atau mencapai sesuatu yang berharga, sesuatu mempunyai nilai, entah apa wujudnya, dan apa ukuran bernilai dan berharganya tersebut. Penciptaan dan pencapaian sesuatu yanmg bernilai itu dilakukan dengan memadukan dan mendayagunakan berbagai macam bahan yang dimanfaatkan oleh sistem dalam mencapai tujuannya

      Sistem manajemen mutu

      Sistem manajemen mutu adalah bagian system manajemen organisasi yang memfokuskan perhatiannya pada pencapaian hasil, berkaitan dengan sasaran mutu, untuk memuaskan kebutuhan, harapan dan persyaratan pihak berkepentingan yang sesuai. Sasaran mutu melengkapi sasaran lain dari organisasi, seperti yang berkaitan dengan pertumbuhan, pendanaan, profitabilitas, lingkungan dan kesehatan dan keselamatan kerja. Berbagai bagian sistem manajemen organisasi mungkin dapat dipadukan, bersama dengan system manajemen mutu, ke dalam sistem manajemen tunggal dengan memakai unsur-unsur bersama. Ini memperlancar perencanaan, alokasi sumber daya, definisi dari sasaran pendukung dan evaluasi keefektifan organisasi secara menyeluruh. Sistem manajemen organisasi dapat diases terhadap persyaratan system manajemen organisasi.

      sistem manajemen mutu mengajak organisasi untuk menganalisis persyaratan pelanggan, menetapkan proses yang memberi sumbangan bagi pencapaian produk yang berterima bagi pelanggan, dan menjaga proses-proses ini terkendali. Suatu sistem manajemen mutu dapat memberi kerangka kerja bagi perbaikan berlanjut dan meningkatkan kemungkinan peningkatan kepuasan pelanggan dan kepuasan pihak berkepentingan lain. Sistem manajemen mutu memberi keyakinan pada organisasi dan pelanggannya bahwa sistem di atas mampu memberikan produk yang konsisten dan memenuhi persyaratan.

TQM dalam Teknologi Informasi

•May 31, 2012 • Leave a Comment

      Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja utnuk  bertahan hidup, perusahaan tersebut harus mampu menghasilkan produk atau barang dan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik pula dibanding dengan pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutu dalam semua aspek yang saling berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosi yang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehingga mampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumen dan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalian mutu secara menyeluruh.

Tiga Prinsip Mutu Yaitu :

  1. Fokus pada pelanggan
  2. Perbaikan proses
  3. Keterlibatan total

Informasi dalam TQM

      Saat ini permasalahan keuangan dan kompetisi global mengharuskan perusahaan mengevaluasi kembali investasinya dalam teknologi informasi, perbaikan produktivitas yang tidak tercapai akibat dari penggunaan teknologi yang kurang tepat menyebabkan keuntungan yang berkurang (lost profit), konsumen yang tidak puas dan kecemasan posisi persaingan.

      Dilihat dari contoh diatas, adalam era informasi sekarang ini, kepemilikan informasi merupakan hal yang sangat penting dan berharga, namun jika digunakan dengan tidak bijaksana akan menimbulkan masalah. Suatu teknologi tidak dapat berjalan dengan sendirinya dalam setiap permasalahan, seringkali seorang Staf IT mengevaluasi proyeknya hanya dari sisi teknologinya dan melalaikan lingkungan proses yang lain seperti pelayanan pada pelanggan, waktu proses dan cost dari seluruh sumber daya.

      Contohnya sederhananya: Ketika kita pergi ke stasiun kereta api Surabaya Gubeng dan ingin reservasi tiket kereta api, maka harus antri di loket penjualan tiket yang sudah menggunakan komputer. Pada suatu saat sistem ini tidak dapat berfungsi karena kerusakan, sehingga tiket kereta api dijual tanpa menggunakan nomor tempat duduk, dapat dibayangkan apa yang terjadi diatas kereta api saat proses pemberangkatan, timbul kekacauan. Disebabkan ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk. Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk kereta api ini tidak dapat diakses oleh penjual tiket, sehingga terjadi kekacauan yang tidak diharapkan.

 

Total Quality Management (TQM)

•May 31, 2012 • Leave a Comment

       Di masa lampau, literatur manajemen berfokus pada fungsi-fungsi kontrol kelembagaan, termasuk perencanaan, pengorganisasian, perekrutan staf, pemberian arahan, penugasan, strukturisasi dan penyusunan anggaran. Konsep manajemen ini membuka jalan menuju paradigma berpikir baru yang memberi penekanan pada kepuasan pelanggan, inovasi dan secara berkesinambungan.

      TQM memperkenalkan pengembangan proses, produk dan pelayanan sebuah organisasi secara sistematik dan berkesinambungan. Pendekatan ini berusaha untuk melibatkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa pengalaman dan ide-ide mereka memiliki sumbangan dalam pengembangan mutu. Ada beberapa prinsip-prinsip fundamental yang mendasari pendekatan semacam itu, seperti mempromosikan lingkungan yang berfokus pada mutu; – dimana terdapat komunikasi terbuka dan rasa kepemilikan pegawai – sistem penghargaan dan pengakuan; pelatihan dn pendidikan terus menerus, dan pemberdayaan pegawai.

       Namun demikian, penerapan TQM adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Sebagai contoh, sistem pendidikan, personalia, peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik.

      Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi, terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi, seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan, tidak jelasnya visi dan misi, penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan TQM.

      Potensi keberhasilan TQM sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan, sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan TQM. Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen lembaga- lembaga publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.